Scroll untuk baca artikel
Perikanan

Budidaya Ikan Gurame Hidroponik: Panduan Lengkap untuk Pemula

25
×

Budidaya Ikan Gurame Hidroponik: Panduan Lengkap untuk Pemula

Share this article
Budidaya Ikan Gurame Hidroponik: Panduan Lengkap untuk Pemula

Budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah teknik pemeliharaan ikan gurame dalam sistem yang menggabungkan teknik konvensional dan hidroponik. Dalam sistem ini, ikan gurame dipelihara dalam kolam tanah atau beton yang dilengkapi dengan media tanam hidroponik, seperti kerikil atau zeolit. Media tanam ini berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman air yang menjadi sumber oksigen dan pakan alami bagi ikan gurame.

Budidaya ikan gurame konvensional hidroponik memiliki beberapa kelebihan, antara lain dapat meningkatkan produksi ikan, menghemat penggunaan lahan, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, teknik ini juga dapat diterapkan di daerah yang memiliki keterbatasan sumber air. Salah satu pengembangan penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah penggunaan sistem resirkulasi air, yang dapat menghemat penggunaan air hingga 90%.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang teknik budidaya ikan gurame konvensional hidroponik, mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, hingga teknik pemeliharaan dan panen. Artikel ini juga akan menyajikan data dan informasi terkini tentang perkembangan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik.

Budidaya ikan gurame konvensional hidroponik

Budidaya ikan gurame konvensional hidroponik merupakan teknik pemeliharaan ikan gurame dalam sistem yang menggabungkan teknik konvensional dan hidroponik. Teknik ini memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Pemilihan lokasi
  • Pembuatan kolam
  • Pemilihan bibit
  • Penebaran benih
  • Pemberian pakan
  • Pengelolaan kualitas air
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Panen

Pemilihan lokasi yang tepat sangat penting untuk keberhasilan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Lokasi harus memiliki sumber air yang cukup, tanah yang subur, dan bebas dari polusi. Pembuatan kolam harus dilakukan dengan benar agar kolam dapat menampung air dan ikan dengan baik. Pemilihan bibit yang berkualitas juga sangat penting, karena bibit yang baik akan menghasilkan ikan yang sehat dan produktif. Penebaran benih harus dilakukan dengan hati-hati agar benih tidak rusak. Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Pengelolaan kualitas air sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan, sehingga perlu dilakukan penggantian air secara berkala dan pemberian aerasi. Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan untuk mencegah kerugian akibat serangan hama dan penyakit. Panen harus dilakukan pada saat ikan sudah mencapai ukuran dan berat yang diinginkan.

Pemilihan lokasi

Pemilihan lokasi merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Lokasi yang tepat akan menentukan keberhasilan budidaya, karena akan mempengaruhi kualitas air, ketersediaan pakan alami, dan kesehatan ikan. Lokasi yang ideal untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah daerah yang memiliki sumber air yang cukup, tanah yang subur, dan bebas dari polusi.

Sumber air yang cukup sangat penting untuk menjaga kualitas air kolam. Air yang digunakan untuk budidaya ikan gurame harus bersih dan tidak tercemar oleh limbah atau bahan kimia berbahaya. Tanah yang subur akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman air, yang menjadi sumber pakan alami bagi ikan gurame. Lokasi yang bebas dari polusi akan mencegah ikan terpapar zat-zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhannya.

Beberapa contoh lokasi yang cocok untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah daerah perbukitan atau dataran tinggi yang memiliki sumber mata air alami. Daerah ini biasanya memiliki tanah yang subur dan bebas dari polusi. Selain itu, daerah yang dekat dengan sumber pakan alami, seperti sungai atau danau, juga cocok untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik.

Dengan memilih lokasi yang tepat, pembudidaya ikan gurame konvensional hidroponik dapat meningkatkan kualitas air kolam, ketersediaan pakan alami, dan kesehatan ikan. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan produksi ikan dan keuntungan ekonomi bagi pembudidaya.

Pembuatan kolam

Pembuatan kolam merupakan aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Kolam ikan gurame harus dirancang dan dibangun dengan baik agar dapat menampung air dan ikan dengan baik, serta menyediakan lingkungan yang sehat bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang biak.

  • Ukuran kolam

    Ukuran kolam harus disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Kolam yang terlalu kecil akan membuat ikan menjadi stres dan mudah terserang penyakit. Sebaliknya, kolam yang terlalu besar akan membuat ikan sulit untuk mencari makanan dan dapat menyebabkan pemborosan pakan.

  • Bentuk kolam

    Bentuk kolam bisa bermacam-macam, seperti persegi panjang, bulat, atau oval. Namun, bentuk kolam yang paling ideal untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah bentuk persegi panjang, karena bentuk ini memudahkan dalam pengelolaan air dan pemberian pakan.

  • Kedalaman kolam

    Kedalaman kolam harus disesuaikan dengan jenis ikan gurame yang dibudidayakan. Untuk ikan gurame ukuran konsumsi, kedalaman kolam yang ideal adalah sekitar 1-1,5 meter. Kedalaman kolam yang terlalu dangkal akan membuat ikan mudah stres dan terserang penyakit. Sebaliknya, kolam yang terlalu dalam akan membuat ikan sulit untuk mencari makanan dan dapat menyebabkan pemborosan pakan.

  • Bahan pembuatan kolam

    Bahan yang digunakan untuk membuat kolam ikan gurame konvensional hidroponik bisa bermacam-macam, seperti tanah, beton, atau terpal. Namun, bahan yang paling ideal adalah beton, karena beton lebih kuat dan tahan lama dibandingkan bahan lainnya. Selain itu, beton juga lebih mudah dibersihkan dan tidak mudah bocor.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, pembudidaya ikan gurame konvensional hidroponik dapat membuat kolam yang sesuai dengan kebutuhan ikan dan dapat meningkatkan produktivitas budidaya.

Pemilihan bibit

Pemilihan bibit merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Bibit yang berkualitas akan menghasilkan ikan yang sehat dan produktif, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan keuntungan ekonomi bagi pembudidaya. Sebaliknya, bibit yang tidak berkualitas dapat menyebabkan ikan mudah terserang penyakit, pertumbuhan lambat, dan produksi yang rendah.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit ikan gurame untuk budidaya konvensional hidroponik antara lain:

  • Jenis ikan gurame
    Terdapat beberapa jenis ikan gurame yang dapat dibudidayakan, seperti gurame biasa (Osphronemus goramy), gurame Jepang (O. microlepis), dan gurame kerdil (O. exodon). Pemilihan jenis ikan gurame harus disesuaikan dengan tujuan budidaya, ketersediaan pakan, dan kondisi lingkungan.
  • Ukuran bibit
    Ukuran bibit ikan gurame yang ideal untuk ditebar dalam kolam adalah sekitar 5-7 cm. Bibit yang terlalu kecil akan rentan terhadap serangan penyakit dan persaingan pakan, sedangkan bibit yang terlalu besar akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh dan mencapai ukuran konsumsi.
  • Kesehatan bibit
    Bibit ikan gurame yang sehat memiliki ciri-ciri fisik yang baik, seperti tubuh yang proporsional, sisik yang mengkilap, dan tidak terdapat luka atau cacat. Bibit yang sakit atau cacat sebaiknya tidak ditebar karena dapat menyebarkan penyakit ke ikan lainnya.

Pemilihan bibit yang tepat dapat menjadi kunci keberhasilan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Dengan memilih bibit yang berkualitas, pembudidaya dapat meningkatkan produktivitas budidaya dan memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.

Penebaran benih

Penebaran benih merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Penebaran benih yang tepat dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih, pertumbuhan ikan, dan produksi panen. Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penebaran benih ikan gurame konvensional hidroponik:

  • Waktu penebaran

    Waktu penebaran benih yang ideal adalah pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi stres pada benih ikan yang baru ditebar.

  • kepadatan penebaran

    Kepadatan penebaran benih harus disesuaikan dengan ukuran kolam dan ketersediaan pakan alami. Kepadatan penebaran yang terlalu tinggi dapat menyebabkan persaingan pakan dan penurunan kualitas air, sedangkan kepadatan penebaran yang terlalu rendah akan menyebabkan pemborosan benih.

  • Cara penebaran

    Benih ikan gurame dapat ditebar dengan beberapa cara, yaitu ditebar langsung ke kolam, ditebar di bak pendederan terlebih dahulu, atau ditebar di keramba. Pemilihan cara penebaran tergantung pada ukuran benih dan kondisi lingkungan.

  • Aklimatisasi

    Sebelum ditebar ke kolam, benih ikan gurame harus diaklimatisasi terlebih dahulu. Aklimatisasi dilakukan dengan cara merendam kantong plastik berisi benih ke dalam kolam selama 15-30 menit. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan suhu dan kualitas air kantong plastik dengan suhu dan kualitas air kolam, sehingga benih tidak mengalami stres.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, pembudidaya ikan gurame konvensional hidroponik dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih, pertumbuhan ikan, dan produksi panen. Penebaran benih yang tepat merupakan kunci keberhasilan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik.

Pemberian pakan

Pemberian pakan merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ikan gurame. Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan ikan gurame konvensional hidroponik:

  • Jenis pakan

    Jenis pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan gurame. Pakan dapat berupa pakan alami, seperti cacing, serangga, dan tumbuhan air, atau pakan buatan, seperti pellet dan tepung ikan.

  • Kualitas pakan

    Kualitas pakan juga sangat penting diperhatikan. Pakan yang berkualitas baik mengandung nutrisi yang lengkap dan tidak tercemar oleh bahan-bahan berbahaya.

  • Kuantitas pakan

    Kuantitas pakan harus disesuaikan dengan ukuran, jumlah, dan tingkat aktivitas ikan gurame. Pemberian pakan yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran air, sedangkan pemberian pakan yang kurang dapat menyebabkan ikan kekurangan nutrisi.

  • Frekuensi pemberian pakan

    Frekuensi pemberian pakan dapat bervariasi tergantung pada jenis pakan dan ukuran ikan gurame. Ikan gurame umumnya diberi pakan 2-3 kali sehari.

Pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ikan gurame. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, pembudidaya ikan gurame konvensional hidroponik dapat mengoptimalkan hasil budidaya dan memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.

Pengelolaan kualitas air

Pengelolaan kualitas air merupakan aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Kualitas air yang baik akan mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ikan gurame. Sebaliknya, kualitas air yang buruk dapat menyebabkan ikan stres, sakit, dan bahkan mati.

  • Pengukuran parameter kualitas air

    Parameter kualitas air yang penting untuk diukur dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia. Pengukuran parameter ini dapat dilakukan menggunakan alat ukur seperti termometer, pH meter, dan DO meter.

  • Pengendalian kualitas air

    Pengendalian kualitas air dapat dilakukan dengan cara mengganti air kolam secara berkala, melakukan aerasi, dan menggunakan filter. Penggantian air kolam dapat dilakukan setiap 1-2 minggu sekali, tergantung pada kondisi air kolam. Aerasi dapat dilakukan menggunakan aerator atau kincir air. Filter dapat digunakan untuk menyaring kotoran dan sisa pakan dari air kolam.

  • Pencegahan pencemaran air

    Pencemaran air dapat terjadi akibat pemberian pakan yang berlebihan, penumpukan kotoran ikan, dan penggunaan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Pencemaran air dapat dicegah dengan cara memberikan pakan sesuai kebutuhan, membersihkan kotoran ikan secara teratur, dan menggunakan bahan kimia yang ramah lingkungan.

  • Penanganan penyakit

    Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. Penyakit dapat ditangani dengan cara mengisolasi ikan yang sakit, mengobati ikan dengan obat-obatan, dan meningkatkan kualitas air kolam.

Pengelolaan kualitas air yang baik sangat penting untuk keberhasilan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Dengan mengelola kualitas air dengan baik, pembudidaya ikan gurame dapat meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ikan gurame, serta meminimalkan risiko penyakit dan kematian ikan.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Hama dan penyakit dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi pembudidaya ikan gurame. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan secara efektif dan efisien.

  • Pencegahan

    Pencegahan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengendalian hama dan penyakit. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air kolam, memberi pakan yang berkualitas, dan mengisolasi ikan yang sakit.

  • Pengobatan

    Pengobatan dilakukan jika ikan sudah terlanjur terserang hama atau penyakit. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan atau bahan-bahan alami. Pemilihan obat-obatan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak membahayakan ikan dan lingkungan.

  • Sanitasi

    Sanitasi merupakan upaya untuk membersihkan lingkungan kolam dari hama dan penyakit. Sanitasi dapat dilakukan dengan cara membersihkan kotoran ikan, mengganti air kolam secara berkala, dan mendisinfeksi peralatan yang digunakan.

  • Karantina

    Karantina merupakan tindakan untuk mengisolasi ikan yang sakit agar tidak menulari ikan lainnya. Karantina dapat dilakukan dengan cara menempatkan ikan yang sakit di kolam atau bak terpisah.

Pengendalian hama dan penyakit yang efektif dan efisien dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan gurame dan meningkatkan produktivitas budidaya. Oleh karena itu, pembudidaya ikan gurame konvensional hidroponik harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengendalian hama dan penyakit.

Panen

Panen merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Panen dilakukan untuk memperoleh hasil budidaya berupa ikan gurame yang siap untuk dipasarkan. Panen harus dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar agar kualitas ikan gurame tetap terjaga.

  • Waktu Panen

    Waktu panen ikan gurame konvensional hidroponik sangat tergantung pada jenis ikan gurame yang dibudidayakan dan kondisi lingkungan budidaya. Secara umum, ikan gurame dapat dipanen setelah berumur 6-8 bulan atau saat ikan sudah mencapai ukuran dan berat yang diinginkan.

  • Cara Panen

    Cara panen ikan gurame konvensional hidroponik dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menggunakan jaring, jala, atau bubu. Pemilihan cara panen disesuaikan dengan ukuran dan jumlah ikan gurame yang akan dipanen.

  • Sortasi dan Grading

    Setelah ikan gurame dipanen, dilakukan sortasi dan grading untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran dan kualitas. Ikan gurame yang berukuran besar dan berkualitas baik akan dijual dengan harga yang lebih tinggi.

  • Pemasaran

    Ikan gurame yang telah dipanen dan disortasi siap untuk dipasarkan. Ikan gurame dapat dipasarkan dalam berbagai bentuk, seperti ikan segar, ikan beku, atau ikan olahan.

Panen yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar akan menghasilkan ikan gurame yang berkualitas baik dan bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, pembudidaya ikan gurame konvensional hidroponik harus memahami dan menerapkan teknik-teknik panen yang baik untuk memaksimalkan hasil budidaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Budidaya Ikan Gurame Konvensional Hidroponik

Bagian ini berisi daftar pertanyaan umum dan jawabannya tentang budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Pertanyaan-pertanyaan ini mengulas aspek-aspek penting dari budidaya, seperti pemilihan lokasi, pembuatan kolam, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air.

Pertanyaan 1: Apa saja persyaratan lokasi yang ideal untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik?

Jawaban: Lokasi yang ideal untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah daerah dengan sumber air yang cukup, tanah yang subur, dan bebas dari polusi.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara membuat kolam yang baik untuk budidaya ikan gurame konvensional hidroponik?

Jawaban: Kolam ikan gurame konvensional hidroponik yang baik harus memiliki ukuran, bentuk, kedalaman, dan bahan pembuatan yang sesuai dengan kebutuhan ikan dan kondisi lingkungan.

Pertanyaan 3: Apa saja kriteria dalam memilih bibit ikan gurame yang berkualitas?

Jawaban: Bibit ikan gurame yang berkualitas memiliki ciri-ciri fisik yang baik, seperti tubuh yang proporsional, sisik yang mengkilap, dan tidak terdapat luka atau cacat.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara pemberian pakan yang tepat untuk ikan gurame konvensional hidroponik?

Jawaban: Pemberian pakan ikan gurame konvensional hidroponik harus memperhatikan jenis pakan, kualitas pakan, kuantitas pakan, dan frekuensi pemberian pakan.

Pertanyaan 5: Apa saja parameter kualitas air yang penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik?

Jawaban: Parameter kualitas air yang penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara mencegah dan mengatasi hama dan penyakit pada budidaya ikan gurame konvensional hidroponik?

Jawaban: Pencegahan dan penanganan hama dan penyakit pada budidaya ikan gurame konvensional hidroponik dapat dilakukan melalui pencegahan, pengobatan, sanitasi, dan karantina.

Pertanyaan dan jawaban yang disajikan dalam FAQ ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif tentang aspek-aspek penting dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip budidaya yang baik, pembudidaya dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidayanya.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang keuntungan dan tantangan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik, serta prospek pengembangannya di masa depan.

Tips Sukses Budidaya Ikan Gurame Konvensional Hidroponik

Tips berikut ini akan membantu Anda dalam membudidayakan ikan gurame konvensional hidroponik dengan sukses:

Tip 1: Pilih lokasi yang tepat
Pilih lokasi yang memiliki sumber air yang cukup, tanah yang subur, dan bebas dari polusi.

Tip 2: Buat kolam yang baik
Buat kolam dengan ukuran, bentuk, kedalaman, dan bahan pembuatan yang sesuai dengan kebutuhan ikan dan kondisi lingkungan.

Tip 3: Pilih bibit yang berkualitas
Pilih bibit ikan gurame yang memiliki ciri-ciri fisik yang baik, seperti tubuh yang proporsional, sisik yang mengkilap, dan tidak terdapat luka atau cacat.

Tip 4: Beri pakan secara tepat
Beri pakan ikan gurame dengan memperhatikan jenis pakan, kualitas pakan, kuantitas pakan, dan frekuensi pemberian pakan.

Tip 5: Kelola kualitas air dengan baik
Kelola kualitas air dengan mengukur parameter penting seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia. Lakukan penggantian air kolam secara berkala, aerasi, dan gunakan filter untuk menjaga kualitas air tetap optimal.

Tip 6: Cegah dan atasi hama dan penyakit
Cegah dan atasi hama dan penyakit dengan menjaga kualitas air, memberi pakan yang berkualitas, mengisolasi ikan yang sakit, dan menerapkan tindakan sanitasi dan karantina.

Tip 7: Panen pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar
Panen ikan gurame pada waktu yang tepat, yaitu saat ikan sudah mencapai ukuran dan berat yang diinginkan. Gunakan cara panen yang tepat untuk menghindari kerusakan pada ikan.

Tip 8: Pasarkan ikan gurame dengan baik
Pasarkan ikan gurame dalam berbagai bentuk, seperti ikan segar, ikan beku, atau ikan olahan. Carilah pasar yang tepat untuk mendapatkan harga jual yang optimal.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya ikan gurame konvensional hidroponik Anda.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang keuntungan dan tantangan budidaya ikan gurame konvensional hidroponik, serta prospek pengembangannya di masa depan.

Kesimpulan

Budidaya ikan gurame konvensional hidroponik merupakan teknik yang menggabungkan metode konvensional dan hidroponik, menawarkan berbagai keuntungan dalam produksi ikan gurame. Dengan mengoptimalkan kualitas air, menggunakan pakan yang tepat, dan mengendalikan hama dan penyakit, pembudidaya dapat meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ikan gurame.

Tiga aspek penting yang saling terkait dalam budidaya ikan gurame konvensional hidroponik adalah pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, dan pengendalian hama dan penyakit. Pengelolaan kualitas air yang baik memastikan lingkungan yang sehat bagi ikan, sementara pemberian pakan yang tepat memberikan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan. Pengendalian hama dan penyakit mencegah kerugian akibat serangan penyakit dan hama, melindungi investasi pembudidaya.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip budidaya ikan gurame konvensional hidroponik secara efektif, pembudidaya dapat berkontribusi pada peningkatan produksi ikan gurame yang berkelanjutan. Hal ini pada akhirnya dapat mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan.

Images References :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *