Scroll untuk baca artikel
Pertanian

Tips Budidaya Sayuran Lahan Sempit: Solusi Pangan di Perkotaan

11
×

Tips Budidaya Sayuran Lahan Sempit: Solusi Pangan di Perkotaan

Share this article
Tips Budidaya Sayuran Lahan Sempit: Solusi Pangan di Perkotaan

Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit merupakan sebuah metode penanaman sayuran pada lahan yang berukuran terbatas. Misalnya, menanam sayuran pada pot, wadah vertikal, atau memanfaatkan halaman belakang yang sempit.

Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit sangat relevan dewasa ini karena lahan yang semakin terbatas, terutama di daerah perkotaan. Metode ini memiliki banyak manfaat, seperti: menghemat ruang, menyediakan makanan segar dan sehat, serta dapat menjadi hobi yang menyenangkan. Salah satu perkembangan penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit adalah penggunaan teknik hidroponik, yang memungkinkan penanaman tanpa tanah dalam larutan nutrisi.

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang teknik, tips, dan manfaat dari budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, sehingga membantu pembaca untuk memanfaatkan lahan terbatas mereka secara optimal untuk menghasilkan sayuran yang sehat dan segar.

Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit

Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit merupakan solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah keterbatasan lahan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit adalah:

  • Jenis tanaman
  • Teknik penanaman
  • Pengelolaan lahan
  • Pemupukan
  • Pengendalian hama
  • Penyiraman
  • Panen
  • Pascapanen

Jenis tanaman yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Teknik penanaman dapat dilakukan dengan vertikultur, hidroponik, atau konvensional. Pengelolaan lahan yang baik meliputi pengolahan tanah, pembuatan bedengan, dan pemberian mulsa. Pemupukan dan penyiraman harus dilakukan secara teratur sesuai kebutuhan tanaman. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara alami atau dengan pestisida organik. Panen dilakukan pada saat yang tepat untuk menjaga kualitas sayuran. Pascapanen meliputi penyimpanan, pengolahan, dan pemasaran sayuran.

Jenis tanaman

Jenis tanaman merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Pemilihan jenis tanaman harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia, baik dari segi ukuran, tingkat kesuburan, maupun paparan sinar matahari.

  • Tanaman sayuran yang cocok untuk lahan sempit

    Beberapa jenis tanaman sayuran yang cocok untuk ditanam di lahan sempit antara lain kangkung, bayam, selada, sawi, dan pakcoy. Tanaman-tanaman ini memiliki ukuran yang relatif kecil dan tidak membutuhkan banyak ruang untuk tumbuh.

  • Tanaman sayuran yang dapat ditanam secara vertikal

    Untuk lahan yang sangat terbatas, dapat dipilih jenis tanaman sayuran yang dapat ditanam secara vertikal, seperti kacang-kacangan (buncis, kacang panjang), tomat, dan mentimun. Teknik penanaman vertikal dapat menghemat ruang secara signifikan.

  • Tanaman sayuran yang tahan terhadap hama dan penyakit

    Pemilihan jenis tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit sangat penting untuk budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Hal ini karena lahan sempit cenderung lebih mudah terserang hama dan penyakit.

  • Tanaman sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi

    Selain mempertimbangkan ukuran dan ketahanan tanaman, pemilihan jenis tanaman sayuran juga harus memperhatikan nilai gizinya. Tanaman sayuran yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat akan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi keluarga.

Dengan memilih jenis tanaman yang tepat, budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dapat menjadi solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang terbatas.

Teknik penanaman

Teknik penanaman merupakan aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Pemilihan teknik penanaman yang tepat akan menentukan keberhasilan budidaya dan produktivitas tanaman.

  • Vertikultur

    Vertikultur adalah teknik penanaman secara vertikal, biasanya menggunakan rak atau dinding yang disusun bertingkat. Teknik ini sangat cocok untuk lahan yang sangat terbatas, karena dapat menghemat ruang secara signifikan. Tanaman yang cocok untuk ditanam secara vertikultur antara lain kangkung, selada, dan stroberi.

  • Hidroponik

    Hidroponik adalah teknik penanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan larutan nutrisi. Teknik ini sangat cocok untuk lahan yang tidak subur atau tercemar. Tanaman yang cocok untuk ditanam secara hidroponik antara lain selada, tomat, dan mentimun.

  • Akuaponik

    Akuaponik adalah teknik penanaman yang menggabungkan budidaya ikan dan sayuran dalam satu sistem. Limbah dari ikan akan menjadi nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman akan membantu membersihkan air untuk ikan. Teknik ini sangat cocok untuk lahan yang memiliki sumber air yang terbatas.

  • Penanaman tumpang sari

    Penanaman tumpang sari adalah teknik penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam satu lahan. Teknik ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas. Contoh penanaman tumpang sari adalah menanam jagung dengan kacang tanah atau menanam cabe dengan tomat.

Pemilihan teknik penanaman yang tepat akan bergantung pada faktor-faktor seperti jenis tanaman yang akan ditanam, luas lahan yang tersedia, dan sumber daya yang dimiliki. Dengan memilih teknik penanaman yang sesuai, budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dapat dilakukan secara efektif dan produktif.

Pengelolaan lahan

Pengelolaan lahan merupakan aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Lahan yang dikelola dengan baik akan menyediakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan tanaman, sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pengelolaan lahan yang baik mencakup beberapa kegiatan, seperti:

  • Pengolahan tanah
  • Pembuatan bedengan
  • Pemberian mulsa
  • Pengaturan pH tanah
  • Pengairan
  • Penyiangan

Pengolahan tanah yang baik bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, sehingga menjadi gembur dan subur. Pembuatan bedengan berfungsi untuk meninggikan permukaan tanah, sehingga tanaman terhindar dari genangan air dan penyakit. Pemberian mulsa berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menambah kesuburan tanah. Pengaturan pH tanah sangat penting untuk memastikan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Pengairan yang cukup dan teratur sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada lahan sempit yang rentan kekeringan. Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan menjadi sumber penyakit.

Dengan menerapkan pengelolaan lahan yang baik, budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dapat dilakukan secara efektif dan produktif. Beberapa contoh nyata penerapan pengelolaan lahan dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit antara lain:

  • Penggunaan vertikultur untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang pada lahan sempit.
  • Penerapan sistem irigasi tetes untuk menghemat penggunaan air dan mencegah genangan pada lahan sempit.
  • Penggunaan mulsa organik dari jerami atau sekam padi untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma pada lahan sempit.

Dengan memahami hubungan antara pengelolaan lahan dan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, petani dapat mengoptimalkan lahan yang tersedia dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Pengelolaan lahan yang baik merupakan kunci untuk keberhasilan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dan berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah perkotaan.

Pemupukan

Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Lahan sempit umumnya memiliki keterbatasan unsur hara, sehingga pemupukan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemupukan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas hasil panen sayuran.

Pemupukan pada budidaya tanaman sayuran di lahan sempit harus memperhatikan beberapa hal, seperti jenis tanaman, kondisi tanah, dan ketersediaan pupuk. Jenis pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang, kompos) atau pupuk anorganik (urea, TSP, KCl). Pemberian pupuk harus dilakukan secara seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman keracunan unsur hara, sedangkan pemupukan yang kurang dapat menyebabkan tanaman kekurangan nutrisi dan pertumbuhannya terhambat.

Salah satu contoh nyata penerapan pemupukan dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit adalah penggunaan pupuk organik pada tanaman sayuran yang ditanam secara vertikultur. Pupuk organik dapat memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman, sekaligus memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Dengan memahami hubungan antara pemupukan dan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, petani dapat mengoptimalkan penggunaan pupuk untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Pemupukan yang tepat dapat memastikan ketersediaan unsur hara yang cukup bagi tanaman, sehingga dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang berkualitas. Oleh karena itu, pemupukan merupakan komponen penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dan berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah perkotaan.

Pengendalian hama

Pengendalian hama merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Lahan sempit yang umumnya memiliki keterbatasan ruang dan sumber daya menjadikannya lebih rentan terhadap serangan hama. Hama dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, menurunkan hasil panen, dan bahkan menyebabkan kegagalan panen. Oleh karena itu, pengendalian hama sangat penting untuk memastikan keberhasilan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara alami maupun kimiawi. Metode pengendalian hama secara alami meliputi penggunaan predator alami, perangkap, dan tanaman penolak hama. Metode pengendalian hama secara kimiawi melibatkan penggunaan pestisida, namun penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk menghindari dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.

Salah satu contoh nyata penerapan pengendalian hama dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit adalah penggunaan tanaman pengusir hama, seperti tanaman marigold atau kemangi. Tanaman ini dapat mengeluarkan aroma yang tidak disukai oleh hama, sehingga dapat membantu mencegah serangan hama pada tanaman sayuran. Selain itu, penggunaan predator alami, seperti kumbang kepik atau tawon parasitoid, juga dapat membantu mengendalikan populasi hama secara alami.

Dengan memahami hubungan antara pengendalian hama dan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, petani dapat menerapkan strategi pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Pengendalian hama yang baik dapat meminimalisir kerusakan pada tanaman, meningkatkan produktivitas, dan memastikan keberlanjutan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Pengendalian hama juga merupakan komponen penting dalam menjaga ketahanan pangan di daerah perkotaan, di mana lahan sempit menjadi tantangan yang umum dihadapi.

Penyiraman

Penyiraman merupakan aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Keterbatasan lahan dan sumber daya air pada lahan sempit membuat penyiraman harus dilakukan secara efisien dan efektif.

  • Waktu Penyiraman

    Waktu penyiraman yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika matahari tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang berlebihan.

  • Frekuensi Penyiraman

    Frekuensi penyiraman tergantung pada jenis tanaman, kondisi tanah, dan cuaca. Tanaman yang membutuhkan banyak air, seperti kangkung dan bayam, perlu disiram lebih sering.

  • Jumlah Air

    Jumlah air yang diberikan harus cukup untuk membasahi tanah secara merata hingga kedalaman akar. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan genangan air dan pembusukan akar.

  • Cara Penyiraman

    Penyiraman dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan gembor, selang, atau sistem irigasi tetes. Pemilihan cara penyiraman yang tepat tergantung pada luas lahan dan ketersediaan sumber daya.

Penyiraman yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman sayuran di lahan sempit. Sebaliknya, penyiraman yang tidak tepat dapat menyebabkan tanaman layu, kerdil, atau bahkan mati. Oleh karena itu, petani harus memahami kebutuhan air tanaman dan menerapkan teknik penyiraman yang sesuai dengan kondisi lahan sempit yang mereka miliki.

Panen

Panen merupakan salah satu aspek terpenting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Setelah melalui proses budidaya yang panjang, panen menjadi saat yang menentukan keberhasilan petani dalam memperoleh hasil jerih payahnya.

  • Waktu Panen

    Waktu panen sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Panen dilakukan ketika tanaman sudah mencapai tingkat kematangan yang tepat, ditandai dengan ciri fisik seperti perubahan warna, bentuk, atau ukuran pada buah atau daun.

  • Cara Panen

    Cara panen harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada tanaman. Teknik panen yang tepat akan menjaga kualitas dan kesegaran hasil panen.

  • Pengelolaan Pasca Panen

    Pengelolaan pasca panen sangat penting untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan hasil panen. Teknik pengelolaan yang tepat meliputi penyimpanan, pengemasan, dan transportasi.

  • Pemasaran Hasil Panen

    Pemasaran hasil panen merupakan aspek penting untuk memperoleh keuntungan dari hasil budidaya. Petani perlu memiliki strategi pemasaran yang baik untuk menjangkau konsumen dan mendapatkan harga yang layak.

Dengan memahami aspek panen secara komprehensif, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan di daerah perkotaan.

Pascapanen

Pascapanen merupakan aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Pengelolaan yang baik pada tahap ini akan mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa simpan hasil panen, sehingga meningkatkan nilai jual dan mengurangi kerugian bagi petani.

  • Penyimpanan

    Hasil panen harus disimpan pada kondisi yang tepat, seperti suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara yang sesuai untuk menjaga kesegaran dan kualitasnya. Misalnya, sayuran berdaun seperti kangkung dan bayam harus disimpan pada suhu rendah dan kelembaban tinggi, sedangkan sayuran buah seperti tomat dan mentimun harus disimpan pada suhu kamar.

  • Pengemasan

    Pengemasan yang baik melindungi hasil panen dari kerusakan mekanis, kehilangan air, dan kontaminasi. Kemasan yang digunakan harus sesuai dengan jenis dan karakteristik hasil panen. Misalnya, sayuran berdaun dapat dikemas dalam kantong plastik berlubang, sedangkan sayuran buah dapat dikemas dalam keranjang atau peti kayu.

  • Pengangkutan

    Hasil panen harus diangkut dengan hati-hati menggunakan kendaraan yang bersih dan layak. Pengangkutan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan fisik dan penurunan kualitas hasil panen. Misalnya, sayuran berdaun harus diangkut dalam posisi tegak untuk menghindari kerusakan pada daun.

  • Pemasaran

    Pemasaran yang efektif sangat penting untuk menjual hasil panen dengan harga yang layak. Petani perlu mengidentifikasi saluran pemasaran yang tepat dan membangun hubungan dengan pelanggan. Misalnya, petani dapat menjual hasil panennya melalui pasar tradisional, supermarket, atau menjual langsung kepada konsumen.

Dengan memperhatikan aspek pascapanen secara komprehensif, petani dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil panen budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Hal ini berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan di daerah perkotaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Budidaya Tanaman Sayuran di Lahan Sempit

Pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih lanjut dan menjawab pertanyaan umum mengenai budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. FAQ ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan tanaman hingga pengelolaan pascapanen.

Pertanyaan 1: Jenis tanaman sayuran apa yang cocok ditanam di lahan sempit?

Jawaban: Tanaman sayuran yang cocok untuk lahan sempit umumnya memiliki ukuran yang relatif kecil dan tidak membutuhkan banyak ruang untuk tumbuh, seperti kangkung, bayam, selada, sawi, dan pakcoy.

Pertanyaan 2: Apa saja teknik penanaman yang bisa diterapkan di lahan sempit?

Jawaban: Teknik penanaman yang cocok untuk lahan sempit antara lain vertikultur, hidroponik, akuaponik, dan penanaman tumpang sari.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengendalikan hama pada tanaman sayuran di lahan sempit?

Jawaban: Pengendalian hama dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara alami (menggunakan predator alami, perangkap, tanaman penolak hama) maupun kimiawi (menggunakan pestisida).

Pertanyaan 4: Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam penyiraman tanaman sayuran di lahan sempit?

Jawaban: Faktor-faktor penting dalam penyiraman meliputi waktu penyiraman, frekuensi penyiraman, jumlah air, dan cara penyiraman.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara memanen tanaman sayuran di lahan sempit dengan benar?

Jawaban: Panen harus dilakukan pada waktu yang tepat, dengan cara yang hati-hati untuk menghindari kerusakan tanaman. Pengelolaan pasca panen juga penting untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan hasil panen.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat budidaya tanaman sayuran di lahan sempit?

Jawaban: Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit memiliki banyak manfaat, seperti menghemat ruang, menyediakan makanan segar dan sehat, dan dapat menjadi hobi yang menyenangkan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek yang dibahas dalam FAQ ini, petani dapat meningkatkan produktivitas dan keberhasilan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit. Hal ini akan berkontribusi pada ketahanan pangan, terutama di daerah perkotaan di mana lahan menjadi semakin terbatas.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas lebih dalam tentang kiat-kiat praktis untuk mengoptimalkan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, sehingga petani dapat memperoleh hasil panen yang memuaskan dan berkelanjutan.

Tips Optimalisasi Budidaya Tanaman Sayuran di Lahan Sempit

Tips-tips berikut akan membantu Anda mengoptimalkan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, sehingga dapat memperoleh hasil panen yang memuaskan secara berkelanjutan.

Tip 1: Pilih Jenis Tanaman yang Tepat
Pilihlah jenis tanaman sayuran yang cocok untuk lahan sempit, seperti kangkung, bayam, selada, atau pakcoy yang memiliki ukuran relatif kecil dan tidak membutuhkan banyak ruang untuk tumbuh.

Tip 2: Terapkan Teknik Penanaman yang Efisien
Gunakan teknik penanaman seperti vertikultur, hidroponik, atau penanaman tumpang sari untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang pada lahan sempit.

Tip 3: Kelola Lahan dengan Baik
Olah tanah dengan baik, buat bedengan, berikan mulsa, dan lakukan penyiangan secara teratur untuk menjaga kesuburan dan kesehatan tanah.

Tip 4: Lakukan Pemupukan yang Seimbang
Berikan pupuk organik atau anorganik secara seimbang sesuai kebutuhan tanaman untuk memastikan ketersediaan unsur hara yang cukup.

Tip 5: Kendalikan Hama Secara Efektif
Terapkan pengendalian hama secara alami atau kimiawi untuk melindungi tanaman dari serangan hama yang dapat merusak tanaman dan menurunkan hasil panen.

Tip 6: Siram Tanaman Secara Teratur
Lakukan penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan tanaman, hindari penyiraman yang berlebihan atau kekurangan untuk menjaga kelembaban tanah dan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Tip 7: Panen Tepat Waktu
Panen tanaman sayuran pada waktu yang tepat untuk mendapatkan kualitas dan hasil panen yang optimal, serta mencegah tanaman terlalu tua atau rusak.

Tip 8: Kelola Pascapanen dengan Baik
Simpan, kemas, dan angkut hasil panen dengan benar untuk menjaga kualitas, kesegaran, dan nilai jual hasil panen.

Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat mengoptimalkan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah perkotaan.

Pada bagian berikutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang manfaat budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dan implikasinya bagi ketahanan pangan di perkotaan.

Kesimpulan

Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit merupakan solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Artikel ini telah membahas berbagai aspek penting dalam budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, mulai dari pemilihan jenis tanaman, teknik penanaman, pengelolaan lahan, hingga pascapanen.

Beberapa poin penting yang perlu ditekankan adalah:

  1. Pemilihan jenis tanaman yang tepat, teknik penanaman yang efisien, dan pengelolaan lahan yang baik merupakan dasar keberhasilan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit.
  2. Pengendalian hama, penyiraman yang teratur, dan panen yang tepat waktu sangat penting untuk melindungi tanaman dan memperoleh hasil panen yang optimal.
  3. Budidaya tanaman sayuran di lahan sempit memiliki manfaat yang signifikan, seperti menghemat ruang, menyediakan makanan segar dan sehat, serta berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah perkotaan.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip budidaya tanaman sayuran di lahan sempit, masyarakat perkotaan dapat memanfaatkan lahan terbatas mereka secara maksimal untuk memproduksi makanan sendiri dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Images References :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *